6 Jenis Makanan Ini Tinggi Purin, Perlu Di Hindari untuk Asam Urat?

Pernahkah Anda merasa nyeri sendi yang tiba-tiba muncul setelah menikmati hidangan favorit seperti jeroan, seafood, atau daging merah? Bisa jadi itu bukan sekadar kebetulan. Banyak makanan tinggi purin yang sehari-hari kita konsumsi ternyata mampu memicu lonjakan asam urat dalam tubuh.
Purin sendiri adalah senyawa alami yang terdapat dalam berbagai jenis makanan. Saat dicerna, tubuh akan mengubahnya menjadi asam urat. Jika kadarnya berlebih dan tidak bisa dikeluarkan dengan baik, kristal asam urat dapat menumpuk di sendi dan menimbulkan rasa nyeri yang hebat, kondisi yang dikenal sebagai asam urat atau gout.
Lalu, apa saja makanan tinggi purin yang sebaiknya dibatasi agar kadar asam urat tetap terkendali? Simak artikel dibawah ini.
Apa Itu Purin?
Purin adalah senyawa alami yang menjadi bagian dari materi genetik setiap makhluk hidup. Artinya, purin ada di dalam tubuh Anda sendiri dan juga terkandung dalam banyak bahan pangan, baik dari hewan maupun tumbuhan.
Jadi, purin dalam makanan sebenarnya bukan zat asing yang berbahaya. Masalah baru muncul ketika jumlahnya berlebihan atau tubuh tidak mampu mengolahnya dengan baik.
Purin di dalam tubuh berasal dari dua sumber:
- Dihasilkan sendiri oleh tubuh. Proses pembaruan sel secara alami menghasilkan purin dan porsinya cukup besar.
- Berasal dari makanan dan minuman. Inilah bagian yang bisa Anda atur lewat pola makan.
Bagaimana Purin Berubah Menjadi Asam Urat?
Saat tubuh memecah purin, hasil akhirnya adalah asam urat. Alurnya sederhana:
- Purin dari tubuh dan makanan dipecah dalam proses metabolisme.
- Hasil pemecahannya berubah menjadi asam urat dan larut di dalam darah.
- Sebagian besar asam urat dibuang tubuh lewat ginjal bersama urine, sisanya lewat saluran pencernaan.
Selama proses ini berjalan lancar, kadar asam urat tetap berada pada batas normal dan Anda tidak merasakan keluhan apa pun.
Mengapa Anda Perlu Mengenal Makanan Tinggi Purin?
Karena asupan purin dari makanan adalah faktor yang paling mudah Anda kendalikan. Dengan mengetahui mana saja yang termasuk pantangan asam urat, mana yang cukup dibatasi, dan mana yang aman, Anda bisa menyusun menu harian dengan lebih percaya diri tanpa harus merasa tersiksa oleh larangan yang berlebihan.
Lalu, makanan apa saja yang termasuk golongan tinggi purin? Mari kita bahas satu per satu pada bagian berikutnya.
Baca Juga: Pabrik Maklon Obat Asam Urat HPP Murah dan Berkualitas
6 Jenis Makanan Tinggi Purin
Setelah mengenal cara kerja purin di dalam tubuh, sekarang saatnya Anda mengetahui makanan yang dapat memicu naiknya kadar asam urat. Enam kelompok berikut termasuk makanan tinggi purin atau berkaitan erat dengan peningkatan asam urat, dan sebagian besar sangat akrab di lidah kita. Simak penjelasannya agar Anda bisa memilah mana yang perlu dihindari dan mana yang cukup dibatasi.
1. Jeroan (Organ Hewan)
Jeroan adalah juara dalam urusan purin. Organ hewan seperti hati, ampela, jantung, paru, usus, dan otak mengandung purin dalam jumlah sangat besar karena tersusun dari sel yang padat. Itulah sebabnya jeroan selalu berada di urutan teratas daftar pantangan asam urat.
Beberapa hidangan jeroan yang sering kita jumpai:
- Sate hati dan sate ampela
- Soto babat atau soto jeroan
- Rawon dan gulai yang memakai jeroan
- Usus goreng dan paru goreng
Saran konsumsi: sebaiknya dihindari, terutama bagi Anda yang kadar asam uratnya sudah tinggi atau sering mengalami nyeri sendi. Jika sesekali ingin menikmatinya, batasi porsinya sangat kecil.
2. Daging Merah
Daging sapi, kambing, dan olahannya termasuk sumber purin kategori sedang hingga tinggi. Bagian yang berlemak dan olahan seperti dendeng, sosis, dan kornet juga perlu diwaspadai. Masalahnya sering bukan pada satu kali makan, tetapi pada porsi besar yang dikonsumsi berulang kali.
Contoh yang perlu diperhatikan:
- Sate kambing dan tongseng
- Steak dan iga bakar
- Rendang dan gulai daging
- Sosis, kornet, dan dendeng
Saran konsumsi: tidak harus berhenti total, tetapi batasi porsi dan frekuensinya. Seimbangkan dengan sayur dan air putih yang cukup.
3. Seafood Tertentu
Seafood terkenal bergizi, tetapi beberapa jenisnya juga termasuk makanan penyebab asam urat karena kandungan purinnya cukup tinggi. Yang paling perlu diperhatikan adalah ikan kecil dan hasil laut berikut:
- Sarden, termasuk sarden kaleng
- Ikan teri, baik segar maupun yang sudah diasinkan
- Kerang
- Udang
- Kepiting
- Makarel
- Tuna kalengan
Saran konsumsi: sarden, ikan teri, dan kerang termasuk yang paling perlu dikurangi. Udang, kepiting, makarel, dan tuna kalengan sebaiknya dibatasi porsinya. Ingat, tidak semua ikan sama. Banyak jenis ikan lain yang kadar purinnya lebih rendah, sehingga Anda masih bisa mendapat manfaat gizinya dengan pilihan yang tepat.
4. Alkohol, Terutama Bir
Alkohol punya dua pengaruh sekaligus. Pertama, tubuh cenderung memproduksi asam urat lebih banyak saat memetabolisme alkohol. Kedua, alkohol dapat mengganggu pembuangan asam urat lewat ginjal.
Khusus bir, ada tambahan kandungan purin dalam makanan dan minuman yang berasal dari proses fermentasinya, sehingga bir dianggap paling berisiko dibanding jenis alkohol lain.
Saran konsumsi: sebaiknya dihindari, terutama bila Anda memiliki riwayat asam urat tinggi atau sering mengalami serangan nyeri sendi.
5. Minuman dan Makanan Tinggi Fruktosa
Fruktosa memang bukan purin, tetapi gula jenis ini ikut memengaruhi naiknya asam urat. Saat tubuh memecah fruktosa dalam jumlah besar, proses tersebut dapat memicu pembentukan asam urat lebih banyak. Karena itu, minuman dan makanan manis termasuk dalam daftar yang perlu Anda perhatikan.
Contoh yang sering terlewat:
- Minuman bersoda dan minuman kemasan manis
- Jus kemasan dan sirup
- Teh atau kopi kekinian dengan gula tinggi
- Kue, permen, dan makanan olahan dengan pemanis fruktosa
Saran konsumsi: batasi minuman dan makanan manis olahan. Buah segar utuh umumnya masih bisa dikonsumsi dalam porsi wajar, karena juga mengandung serat dan nutrisi lain.
6. Kaldu Daging Kental, Ekstrak Daging, dan Saus Gravy
Bagian ini sering luput dari perhatian. Saat daging atau tulang direbus lama, purin ikut larut ke dalam kaldu. Semakin kental dan pekat kaldunya, semakin besar pula kandungan purinnya. Hal yang sama berlaku pada ekstrak daging dan saus gravy yang dibuat dari sari daging.
Beberapa contohnya:
- Kaldu tulang atau kaldu sapi yang direbus lama
- Sop iga dan sop buntut dengan kuah pekat
- Ekstrak daging dan bumbu instan berbahan sari daging
- Saus gravy pada steak atau hidangan panggang
Saran konsumsi: pilih kuah yang lebih bening dan kurangi kebiasaan menyeruput kuah pekat berulang kali. Untuk saus, pilih yang tidak terlalu banyak memakai sari daging.
Kendalikan Purin, Jaga Kenyamanan Sendi Anda
Yang dibutuhkan hanyalah kesadaran untuk memilih, mengatur porsi, dan menjaga kebiasaan sehari hari.
Mengontrol asupan purin memang menjadi salah satu kunci untuk membantu menjaga kadar asam urat dan mengurangi risiko kambuhnya keluhan pada sendi. Namun, ingat bahwa makanan hanyalah salah satu bagian dari cerita. Cukup minum air putih, menjaga berat badan ideal, rutin bergerak, serta membatasi alkohol dan minuman manis juga sama pentingnya.
Tiga hal yang bisa Anda mulai dari hari ini:
- Kenali pantangan Anda. Tandai makanan yang paling sering memicu keluhan dan kurangi secara bertahap.
- Utamakan keseimbangan. Perbanyak sayur, buah segar, dan sumber karbohidrat kompleks, lalu atur porsi lauk hewani.
- Cek kondisi secara berkala. Pantau kadar asam urat agar Anda tahu kapan pola makan perlu disesuaikan.
Satu pesan penting: kondisi setiap orang berbeda. Pantangan yang cocok untuk orang lain belum tentu tepat untuk Anda. Karena itu, konsultasikan pola makan dan hasil pemeriksaan Anda kepada dokter atau ahli gizi, terutama jika Anda sering mengalami nyeri sendi, memiliki riwayat asam urat tinggi, atau sedang menjalani pengobatan. Bahan herbal dan produk pendamping hanya melengkapi gaya hidup sehat, bukan pengganti anjuran dan pengobatan dari tenaga kesehatan.
