Penyebab Gatal pada Penderita Diabetes, Kapan Harus ke Dokter

Gatal memang bisa dialami siapa saja, dari yang sekadar karena kulit kering hingga reaksi alergi ringan. Tapi bagi Anda yang hidup dengan diabetes, keluhan ini seringkali terasa lebih mengganggu dan lebih sering muncul.
Bukan berarti setiap gatal langsung menandakan diabetes, ya. Hanya saja, tubuh penderita diabetes memang lebih rentan mengalami masalah kulit karena kadar gula darah yang tinggi memengaruhi kelembapan, sirkulasi, dan daya tahan kulit itu sendiri.
Banyak yang menganggap gatal sepele dan cukup diatasi dengan pelembap atau obat oles biasa. Padahal, pada penderita diabetes, gatal bisa menjadi tanda awal bahwa ada yang perlu diperhatikan lebih serius bisa infeksi jamur, kulit yang terlalu kering, atau bahkan gangguan saraf.
Mengenali penyebabnya sejak dini dan tahu kapan harus segera ke dokter akan sangat membantu agar masalah tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih rumit.
Penyebab Umum Gatal pada Penderita Diabetes
Gatal pada penderita diabetes jarang muncul tanpa alasan. Biasanya ada beberapa kondisi yang saling berhubungan dan membuat kulit lebih mudah terganggu. Mengenali penyebabnya membantu Anda lebih tepat dalam merawat kulit dan memutuskan kapan perlu mendapat penanganan lebih lanjut.
Kulit Kering (Xerosis)
Ini merupakan penyebab paling umum. Kadar gula darah yang tinggi membuat tubuh menarik cairan dari jaringan, termasuk kulit.
Akibatnya kulit kehilangan kelembapan, menjadi kasar, bersisik, dan mudah terasa gatal. Area yang sering terkena biasanya kaki, tangan, lengan, dan punggung. Gatal karena kulit kering sering memburuk di malam hari atau saat cuaca kering.
Infeksi Jamur
Penderita diabetes lebih rentan terhadap infeksi jamur, terutama Candida. Jamur ini senang tumbuh di area yang hangat dan lembap seperti:
- Lipatan kulit di bawah payudara
- Selangkangan
- Ketidak
- Sela-sela jari kaki
Infeksi jamur biasanya menimbulkan rasa gatal yang hebat, kemerahan, dan kadang muncul bercak putih atau kulit yang mengelupas. Jika tidak ditangani, infeksi bisa menyebar dan semakin sulit diatasi.
Infeksi Jamur atau Bakteri di Kaki
Kaki penderita diabetes sering menjadi tempat favorit jamur, terutama tinea pedis atau athlete’s foot.
Kondisi ini menyebabkan gatal di sela jari kaki, kulit mengelupas, dan kadang muncul bau tidak sedap. Karena sirkulasi darah di kaki cenderung kurang baik, infeksi di area ini lebih lambat sembuh dan mudah kambuh.
Neuropati Diabetik
Kerusakan saraf akibat diabetes bisa memicu sensasi gatal, kesemutan, atau rasa seperti ada yang merayap di kulit tanpa ada iritasi yang terlihat.
Neuropati biasanya dimulai dari kaki dan tangan, lalu bisa menyebar ke bagian tubuh lain. Gatal karena neuropati sering terasa lebih mengganggu di malam hari dan sulit diatasi hanya dengan pelembap biasa.
Gangguan Ginjal atau Hati
Diabetes jangka panjang sering memengaruhi fungsi ginjal dan hati. Ketika kedua organ ini terganggu, racun yang seharusnya dibuang tubuh bisa menumpuk dan memicu rasa gatal di seluruh tubuh. Gatal karena masalah ginjal biasanya sangat intens dan tidak selalu disertai ruam di kulit.
Reaksi terhadap Obat-obatan
Beberapa obat yang dikonsumsi penderita diabetes, termasuk obat penurun gula darah atau obat lain yang diresepkan, bisa menimbulkan reaksi alergi atau iritasi kulit.
Gatal yang muncul setelah mulai mengonsumsi obat baru perlu diperhatikan, terutama jika disertai ruam atau kemerahan.
Kondisi Kulit Khusus pada Penderita Diabetes
Ada beberapa kelainan kulit yang lebih sering muncul pada penderita diabetes, seperti diabetic dermopathy (bercak kecokelatan di kaki) dan necrobiosis lipoidica. Meskipun tidak selalu gatal, kondisi ini bisa membuat kulit lebih sensitif dan mudah terasa tidak nyaman.
Setiap penyebab di atas membutuhkan pendekatan yang berbeda. Semakin cepat Anda mengenali pola gatal yang dialami, semakin mudah menentukan langkah perawatan yang tepat.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Tidak semua gatal perlu dibawa ke dokter. Sebagian memang membaik hanya dengan pelembap dan kebiasaan mandi yang lebih lembut. Namun pada penderita diabetes, ada batas yang sebaiknya tidak Anda lewati. Gatal yang dibiarkan terlalu lama bisa berkembang menjadi luka, infeksi, bahkan masalah yang lebih serius, terutama di area kaki.
Agar Anda tidak ragu menentukan sikap, berikut tanda yang bisa dijadikan patokan.
Tanda Gatal yang Tidak Boleh Diabaikan
Jika Anda menemukan salah satu kondisi di bawah ini, sebaiknya jadwalkan pemeriksaan ke dokter dalam waktu dekat.
- Gatal berlangsung lebih dari beberapa hari. Bila rasa gatal tidak kunjung reda meski Anda sudah merawat kulit dengan benar di rumah, ada kemungkinan penyebabnya bukan sekadar kulit kering.
- Muncul ruam, bengkak, atau lepuh. Perubahan pada permukaan kulit bisa menjadi tanda infeksi atau reaksi alergi.
- Kulit terasa panas, nyeri, atau berbau tidak sedap. Gatal yang berubah menjadi nyeri sering menandakan adanya infeksi.
- Ada luka bekas garukan yang sulit sembuh. Pada penderita diabetes, luka kecil bisa memakan waktu jauh lebih lama untuk pulih.
- Gatal disertai keluhan lain. Misalnya mudah lemas, sering haus, sering buang air kecil, atau demam. Kombinasi ini bisa menunjukkan gula darah sedang tidak terkontrol.
- Gatal hebat di area intim atau lipatan kulit yang tidak membaik. Infeksi jamur di area ini jarang sembuh tuntas hanya dengan perawatan mandiri.
- Gatal disertai kesemutan atau rasa terbakar. Kondisi ini bisa berkaitan dengan gangguan saraf dan perlu dipantau lebih serius.
Anda tidak perlu menunggu semua tanda muncul sekaligus. Satu tanda yang menetap sudah cukup menjadi alasan untuk berkonsultasi.
Kondisi yang Perlu Penanganan Segera
Ada situasi di mana menunggu hingga jadwal kontrol berikutnya bukan pilihan yang bijak. Segera cari bantuan medis jika Anda mengalami hal berikut:
- Kemerahan yang meluas dengan cepat atau menjalar ke area sekitarnya
- Luka di kaki yang berwarna kehitaman, bernanah, atau mengeluarkan bau
- Demam atau menggigil yang muncul bersamaan dengan infeksi kulit
- Kulit di sekitar luka terasa sangat panas dan bengkak
- Rasa gatal atau nyeri yang disertai mati rasa di kaki
- Gatal di seluruh tubuh yang muncul tiba tiba, apalagi disertai sesak atau bengkak di wajah dan bibir setelah memakai obat baru
Untuk kondisi terakhir, terutama bila disertai sesak napas, segera menuju fasilitas kesehatan terdekat atau unit gawat darurat.
Pada penderita diabetes, luka di kaki perlu mendapat perhatian khusus. Aliran darah yang kurang lancar dan saraf yang kurang peka membuat luka sering terlambat disadari, sehingga infeksi bisa berkembang tanpa terasa. Karena itu, biasakan memeriksa kaki Anda setiap hari.
Dokter Mana yang Bisa Anda Kunjungi?
Anda tidak harus langsung menemui spesialis. Beberapa pilihan yang bisa dimulai:
- Dokter umum di puskesmas atau klinik. Pilihan pertama yang praktis untuk pemeriksaan awal dan rujukan bila diperlukan.
- Dokter spesialis penyakit dalam. Cocok bila gatal berkaitan dengan gula darah yang sulit dikendalikan atau penyesuaian terapi diabetes.
- Dokter spesialis kulit dan kelamin. Tepat bila keluhan utama berada pada kulit, seperti ruam, infeksi jamur, atau perubahan warna kulit.
- Dokter spesialis saraf. Bisa dipertimbangkan bila gatal disertai kesemutan atau nyeri yang mengarah pada neuropati.
Jika Anda sudah rutin kontrol diabetes, sampaikan keluhan gatal ini pada jadwal berikutnya atau lebih cepat bila keluhan mengganggu.
Kesimpulan
Dengan memahami penyebabnya, Anda tidak perlu lagi menebak nebak dan bisa menyikapi gatal dengan lebih tenang.
Kabar baiknya, sebagian besar keluhan ini dapat dicegah dan diredakan lewat kebiasaan yang sederhana dan bisa dimulai hari ini:
- Jaga kadar gula darah tetap terkontrol dengan pola makan, aktivitas fisik, dan terapi yang teratur
- Rutin menggunakan pelembap setelah mandi agar kulit tidak mudah kering
- Mandi dengan air hangat suam kuku dan sabun yang lembut
- Keringkan lipatan kulit dan sela jari dengan baik
- Periksa kulit dan kaki Anda setiap hari, termasuk bagian yang sulit terlihat
- Hindari menggaruk berlebihan agar kulit tidak terluka
Meski begitu, perawatan di rumah punya batasnya. Jika gatal tidak kunjung membaik, muncul ruam, bengkak, nyeri, atau bernanah, ada luka yang sulit sembuh, atau gatal disertai gejala lain seperti lemas, sering haus, dan demam, itu pertanda tubuh Anda membutuhkan pemeriksaan yang lebih menyeluruh. Pada penderita diabetes, kondisi yang tampak sepele bisa berkembang lebih cepat bila terlambat ditangani.
Karena itu, jangan menunggu sampai keluhan menjadi berat. Jika gatal yang Anda alami belum juga mereda setelah beberapa hari perawatan mandiri, atau jika Anda merasa ada yang tidak biasa pada kulit, segera periksakan diri ke dokter.
